KWK Pusat Gelar Sosialisasi SPM Bagi Pengusaha Angkutan

57
Ketua Umum KWK, Hi Taufik Ashar MSi, menyampaikan sambutan.

JAKARTAFOX.COM – Ratusan pengusaha angkutan yang tergabung dalam Koperasi Angkutan KWK (Koperasi Wahana Kalpika)  dari Jakarta Utara dan Jakarta Barat, menghadiri sosialisasi tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang digelar di Jalan Walang Nomor 6, Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, Sabtu, 09 Februari 2019.

Sosialaisi ini dipimpin langsung Ketua Umum KWK DKI Jakarta, Hi Taufik Ashar MSi lengkap dengan para pengurus pusat. Yakni Porman Pakpahan, M Sitohang, Roisudin Ilyas, Taher Taneo, Olsu Babay SKom, Marfuad Hasmar, Bambang dan Naseer.

Juga dihadiri Ketua badan Pengawas KWK Pusat, Abdul Gafur dan empat anggotanya masing-masing Didi Wargiman, Sarles Simbolon, Sukasno serta Burhanudin Tugiran. Serta Ketua KWK Cabang Jakarta Utara Hi Ramly Hi Muhammad dan Ketua KWK Cabang Jakarta Barat Sudiono Husein.

Menurut Taufik Ashar selaku Ketua Umum KWK, sosialisasi Standar Pelayanan Minimal seperti ini adalah agenda rutin tahunan. Di mana kali ini lebih memfokuskan pada pelayanan terkait dengan telah terintegrasinya semua angkutan umum di bawah naungan KWK dengan Jak Lingko.

“Ada empat hal yang kami sampaikan dalam sosialiasi ini, yakni tentang kesiapan pramudi, kesiapan armada, ketentuan dalam menjalankan armada sert sanksi-sanksi yang berjumlah 41 sanksi,” terang Taufik Ashar, yang juga dikenal sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.

Untuk itu, Taufik berharap, dengan diadakan sosialaisi tersebut, semua pengusaha angkutan KWk di Jakarta Utara dan jakarta Barat, dapat meneruskan apa yang diperoleh di forum tersebut kepada semua pengemudi. Sehingga dengan terintegrasinya KWK dalam Jak Linko, maka KWK mampu terus meningkatkan pelayanan prima kepada semua pengguna jasa angkutan ini.

Diketahui, Jaklingko sendiri merupakan nama transportasi berjaringan di Jakarta yang saling berhubungan antara moda angkutan umum. Nama baru ini ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Basweden pada Oktober 2018 lalu, sebagai ganti dari nama OkOTrip.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, kata “Jak” diambil dari Jakarta, sedangkan “Lingko” diambil dari cara budidaya padi persawahan di Kabupaten Manggarai, Flores, yang saling berhubungan (berjejaring).

 

Penulis : Yodi Alfahri

Editor : Sugianto

BAGIKAN