Airlangga Hartarto Patahkan Mitos ‘Kesialan Golkar’ di Pilpres

KETIKA NANTI KPU SAHKAN KEMENANGAN JOKOWI-AMIN

161
Airlangga Hartarto (kanan) dan Olsu Babay.

JakartaFox.com – Tak banyak yang tahu, bahwa Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto mampu mematahkan mitos yang menyebut tentang ‘Kesialan Golkar’ di Pilpres. Konon, mitos itu juga diartikan, capres dan cawapres yang ikut didukung dan diusung Beringin pun selalu ‘dirudung kesialan’ alias kalah.

Kini, mitos itu mampu dipatahkan oleh Airlangga Hartarto. Menyusul kemenangan capres-cawapres 01, Ir Hi Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin sudah di depan mata. Bahkan hampir semua quick count di tanah air telah mendaulat Paslon 01 sebagai pemenang Piplres 2019 ini.

“Ketika kemenangan Paslon Jokowi-Amin disahkan oleh KPU RI, maka saat itu juga kita pantas menyebut Pak Ketum Airlangga Hartarto berhasil mematahkan mitos atau anggapan negatif tadi,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Utara, Olsu Babay SKom ketika dimintai tanggapannya, Minggu 21 April 2019.

Meskipun di sisi lain, Olsu Babay mengakui tidak mempercayai mitos tersebut sebab bertentangan dengan agama, namun Olsu mengaku hanya memberi komentar karena ditanya wartawan. “Saya tidak percaya mitos itu, sebab bertentangan dengan agama. Tapi karena ditanya wartawan, saya jawab saja seadanya,” kata Olsu memohon permakluman.

Senada dikatakan Muhammad Alexandra, Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa AMPG (KM-AMPG). “Sebagai kader Golkar, saya bangga dan salut atas kepemimpinan Ketum Airlangga Hartarto. Sebab paslon yang turut didukung dan diusung Partai Golkar berhasil memenangkan Pilpres 2019. Saya anggap, Ketum Airlangga telah berhasil mematahkan mitos yang menyebut partai kami selalu membawa kesialan kepada capres-cawapres,” kata Muhammad.

Dari catatan JakartaFox.com, Partai Golkar mengalami kekalahan tiga kali berturut-turut ketika mengusung capres-cawapres. Di Pilpers 2004, Beringin mengusung pasangan Wiranto – KH Hasyim Muzadi, namun pasangan ini tak lolos putaran kedua. Sehingga Golkar selanjutnya turut mendukung pasangan Megawati Soekarnoputri – Prabowo Subianto di putaran kedua. Sayangnya, pemenang Pilpres  2004 ini adalah pasangan Susilo Bambang Yodhoyono – Jusuf Kalla (SBY-JK).

Di Pilpres 2009, Partai Golkar pengusung duet Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win). Dan lagi-lagi kekalahan tak terhindari ketika SBY kembali bertahta di periode kedua, didampingi capres baru, Budiono.

Paceklik kemenangan di ajang Pilpres tak kunjung hengkang dari Partai Golkar. Buktinya pada Pilpres 2014, Partai Golkar yang saat itu dipimpin Ketua Umum Aburizal Bakrie memutuskan untuk turut mengusung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) untuk berduel dengan pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Hasilnya pun persis sama dengan dua Pilpres sebelumnya, Golkar harus menelan kembali pil pahit, karena Pilpres 2014 dimenangkan oleh paslon Jokowi-JK. (***)

 

Penulis : Sugianto

 

BAGIKAN