KM AMPG Bubarkan Diskusi yang Diduga Diskreditkan Ketum Partai Golkar 

“JUGA DIANGGAP MENGGANGGU SOLIDITAS GOLKAR DI PILPRES.”

190
Tampak Ketum KM AMPG Muhammad Alexandra beradu mulut dengan peserta diskusi.

JakartaFox.com – Puluhan anggota Kesatuan Mahasiswa Angkatan Muda Partai Golkar (KM-AMPG) membubarkan diskusi yang digelar di sebuah Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 13 April 2019. Diskusi itu bertema ‘Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019.”

Menurut Ketua Umum KM-APMG Muhammad Alexandra, diskusi tersebut digelar oleh wadah yang menamakan diri Garda Panca Bhakti dan turut dihadiri oleh sejumlah kader Golkar seperti dari Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) dan dari Praja Muda Beringin (PMB).

Muhammad mengatakan, diskusi yang membahas tentang Partai Golkar tersebut digelar tanpa sepengetahuan DPP, dan bahkan ditengarai mendiskreditkan Ketua Umum DPP Partai Golkar saat ini. “Sebagai kader Partai Golkar, kami dari KM –AMPG tentu tidak bisa terima dengan pelakanaan diskusi yang menurut kami mendiskreditkn Ketua Umum Partai Golkar yang sah, Bapak Airlangga Hartarto,” kata Muhammad Alexandra.

“Kami juga menganggap kegiatan ini mengganggu soliditas Partai Golkar di Pilpres, yang telah dengan tegas menyatakan dukungan kepada Capres-cawapres 01, Ir Hi Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Soalnya kegiatan ini kami duga justru mengarahkan dukungan kepada capres lain yang tak sesuai dengan garis komando Partai Golkar sendiri. Maka itu, kami menilai diskusi tersebut harus dibubarkan,” tegas Muhammad lagi.

Dalam aksi pembubaran tersebut, kata Muhamamd Alexandra, mereka menemukan selebaran berjudul ‘Arah Politik Partai Golkar Pasca 2019’ yang diduga kuat menjadi topiknya.  Dalam selebaran yang kopiannya turut dikirimkan ke JakartaFox.com, sempat menyebutkan tentang sejarah lahirnya Partai Golkar.

Kemudian menyebut hasil survey beberapa lembaga soal penurunan persentase perolehan kursi partai Golkar di Pemilu legislatif 2019. Serta ikut juga menuliskan hasil survey yang katanya dari Kompas tentang 47 persen pemilih Golkar memutuskan untuk memilih Capres lain.

“Tentu gambaran di dari para lembaga survey memunculkan kegelisahan dari para kader muda partai. Mengapa ada kecenderungan turunnya perolehan suara Partai Golkar? Lalu apa yang seharusnya Partai Golkar lakukan pasca Pemmilu 2019?” demikian bunyi dua alinea terakhir dari selebaran itu.

Ketegangan terjadi saat pembubaran diskusi Garda Panca Bhakti.

Adapun yang mengadiri diskusi tersebut, kata Muhammad, di antaranya Mirwan dari GMPG, Khalid Z dari Praja Muda Beringin (PMB). Berikut Wakil Direktur Lembaga Kajian Hukum dan Demokrasi Syamsu Rizal serta pengamat politik Haris Rusli.

Dari penggalan video diterima JakartaFox.com, sempat terjadi ketegangan dan adu mulut saat pembubaran diskusi tersebut. Muhammad Alexandra berbicara lewat mikrofon.  “Kami harap acara ini dibubarkan,” teriak Muhammad Alexandra sambil masuk ke ruang diskusi.

Ketum KM-AMPG ini terus berbicara di pengeras suara, dengan menyebut  diskusi itu tak ada ijin dan mendiskreditkan ketua umum Golkar. Seorang berkemeja lengan panjang warna merah membantahnya. “Siapa yang jelek-jelekin Airlangga Hartarto? Siapa?” katanya membantah Muhammad Alexandra.

Beberapa saat kemudian, Muhammad beradu mulut lagi dengan seorang berkemeja putih yang menunjukkan kartu anggota Golkar sekaligus menantang Muhammad Alexandra untuk memperlihatkan kartu anggota Golkar. “Oh ada. Nggak usah ngomong kartu Anggota. Ini diskusi illegal,” jawab Muhammad.

Pria berbaju putih dalam video tersebut, selanjutnya memprotes mengapa diskusi mereka dibubarkan. “Ini cuma diskusi. Tidak ada deklarasi,” tegasnya.

Sementara itu, usai melakukan pembubaran diskusi tersebut, Muhammad Alexandra mengaku sangat menyayangkannya. Mestinya, kata dia, bila ada kader Golkar yang peduli untuk membesarkan partai, maka ide atau gagasan dapat disalurkan lewat lembaga partai yang sudah ditentukan. “Kalau cara begini, kami dari KM-AMPG tidak bisa terima. Ini yang mendorong kami untuk membubarkan kegiatan tersebut,” kunci Muhammad Alexndra.

 

Penulis : Sugianto

(Email: jakartafox.com@gmail.com)

BAGIKAN