Ada Pergerakan Caleg Diduga Beli Suara di Tingkat RT/RW; Bawaslu Siapkan Link Pelaporan Online 

1009
Jangan sampai dipenjara gara-gara main curang di politik!

JakartaFox.com – Ini tanda awas bagi ketua-ketua RT/RW di DKI Jakarta maupun daerah lainnya. Soalnya berembus kabar tentang mulai adanya gerakan dari oknum calon anggota legislatif (caleg) yang diduga mencoba main curang dengan membeli suara melalui oknum ketua RT/RW yang mau bekerjasama. Jika terbukti, penjara pasti menanti pemberi, penerima maupun calegnya.

Mulanya isu ini berkembang sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sudah menjadi bahan perbincangan hangat di antara sejumlah tim sukses caleg. Belakangan, pada Kamis 11 April 2019. JakartaFox.com sempat berbincang dengan seorang warga Jakarta yang tanpa sadar menceritakan cara pembelian suara melalui ketua RT/RW yang mau bekerja sama.

“Kalau membeli suara lewat (oknum) ketua RT/RW, caranya caleg atau tim suksesnya menemui ketua RT atau RW yang mau kerja sama, kemudian ketua RT/RW mendata warganya per TPS. Lalu transaksi terjadi, ketika ketua RT/RW memberi jaminan sekian warganya akan mencoblos caleg tersebut di TPS tertentu. Untuk pembuktiannya, akan dilihat setelah perhitungan suara di TPS. Jadi gampang memonitornya,” ujar warga itu pada perbincangan ringan dengan JakartaFox.com.

Ditambahkannya, cara curang ini terindikasi paling mungkin dilakukan, mengingat semakin sulitnya melakukan metode kecurangan klasik dengan memanfaatkan surat suara yang tidak tercoblos. Soalnya dengan ketatnya pengawasan terhadap KPPS, baik oleh Bawaslu, polisi maupun saksi-saksi dari partai maupun caleg, maka pemanfaatan surat suara yang tak dicoblos sama dengan tindakan ‘bunuh diri’.

Ilustrasi.

Namun sumber lainnya menilai, bahwa aksi pembelian suara lewat oknum ketua RT/RW yang mau bekerja sama, juga memiliki resiko yang sangat besar. Karena metode ini sudah terlanjur bocor ke publik, sehingga kemungkinan besar akan banyak  caleg yang melakukan hal serupa. Dan semua tahu, ketika aksi curang dilakukan secara masive dan terstruktur, maka peluang bocornya sangat besar. Resikonya pun cukup berat, yakni hukuman penjara bagi pemberi dan penerima. Lebih fatal lagi, caleg yang terbukti melakukan itu, selain ikut mendekam di balik jeruji besi, juga dipastikan bakal didiskualifikasi walaupun telah dinyatakan menang.

Sementara itu, Bawaslu sendiri telah merilis sistem pelaporan dugaan pelanggaran pemilu secra online. Yang dapat dengan mudah dikirim melalui ponsel pintar. Berikut linknya: https://bawaslu.go.id/id/laporan-pelanggaran-pemilu

Dari amatan JakartaFox.com pada link tersebut, semua kolom sudah tersedia. Pelapor tinggal mengisi waktu dan lokasi kejadian, serta kronologinya. Bahkan tersedia pula lima tab untuk mengunduh lima foto atau video sebagai barang bukti awal.

Penulis : Sugianto

BAGIKAN